Mengonstruksi Nilai Kehidupan Teks Cerita Sejarah Menjadi Teks Eksplanasi


Salah satu kompetensi dasar dalam mempelajari teks Cerita Sejarah yaitu kompetensi dasar 4.3 mengonstruksi informasi nilai kehidupan teks cerita sejarah menjadi sebuah teks eksplanasi. Kegiatan mengonstruksi nilai kehidupan dalam teks cerita sejarah merupakan kegiatan untuk membangun ulang nilai kehidupan dalam teks cerita sejarah menjadi sebuah teks eksplanasi yang utuh. Karena karakteristik kdua teks ini berbeda, tentu saja terdapat hal yang harus diperhatikan. Ketika membuat teks eksplanasi, kita harus meninggalkan "kefiksian" yang ada dalam teks cerita sejarah. Teks eksplanasi sendiri merupakan teks faktual yang di dalamnya hanya memuat fakta. Jadi, meski topik yang ditulis tersebut diambil dari teks cerita sejarah, penyajiannya harus tetap memperhatikan karakteristik teks eksplanasi.

Berikut ini merupakan contoh mengonstruksi nilai kehidupan dati teks cerita sejarah berjudul Mangir karya Pramoedya Ananta Toer di dalam Buku Siswa untuk Kelas XII SMA. Nilai kehidupan yang diambil yaitu nilai sosial dari peristiwa pertikaian ibu dan anak di dalam ceirta tersebut. 

Perselisihan dalam Keluarga

Pernyataan Umum:
Keluarga sebagai masyarakat terkecil dalam ruang lingkup seseorang tentunya tak lepas dari konflik. Adanya interaksi antar anggota keluarga, selain menimbulkan hubungan yang dekat, juga tentunya berpotensi menimbulkan perselisihan. Peselisihan dalam keluarga menjadi hal lumrah, entah berselisih sebab perbedaan pendapat entah karena harta warisan.

Deretan Penjelas:
Sebuah perselisihan khususnya dalam keluarga bisa terjadi karena berbagai faktor. Berikut ini faktor-faktor yang memicu perselisihan dalam keluarga

Komunikasi
Komunikasi adalah proses pertukaran makna guna melahirkan sebuah pengertian bersama dalam suatu keluarga. Sebuah komunikasi dapat dikatakan terjadi bila dua belah pihak atau lebih yang terlibat dalam komunikasi mencapai pemahaman bersama. Komunikasi dapat dikatakan sukses bila masing-masing pihak membagi makna yang sama. Dengan komunikasi akan melahirkan pertautan perasaan atau emosi yang kuat diantara mareka yang terlibat, karena itu guna meraih kebahagiaan keluarga, sebaiknya komunikasikan berbagai peristiwa penting yang dialami dalam keseharian agar masing-masing pihak semakin mengenal dunia masing-masing dan merasa dilibatkan dalam dunia satu dengan dunia yang lain. Diskusikan tentang hal-hal yang sedang dikerjakan atau yang sudah dikerjakan. Keluarga tanpa komunikasi bukan saja dapat menyebabkan kesalah pahaman, namun juga saling menjauhkan dunia masing-msing, sehingga akan Nampak jarak yang semakin lebar diantara satu anggota dalam suatu keluarga.

Sikap egosentrisme
Sikap egosentrisme adalah sikap yang menjadikan dirinya pusat perhatian yang diusahakan oleh seseorang dalam hal ini adalah salah satu anggota keluarga (bisa ayah atau ibu) dan dilakukan dengan segala cara untuk mendapatkan perhatian tersebut. Pada seseorang yang memiliki sifat seperti ini, orang lain tidaklah penting, dia mementingkan dirinya sendiri, dan bagaimana menarik perhatian pihak lain agar mengikuti minimal memperhatikan. Akibat sifat egoisme ini orang lain sering tersinggung dan tidak mau mengikutinya. Misal seorang ayah tidak mau membantu ibu untuk menemani anak nya yang masih kecil, sementara ibu sedang sibuk di dapur, alasan ayah karena mau olah raga, akibatnya ibu marah-marah kepada ayah dan ayahpun membalas dengan kemarahan pula, terjadilah pertengkaran antara ayah dan ibu dihadapan anak- anak.

Masalah ekonomi
Berkenaan dengan masalah ekonomi ada dua jenis penyebab krisis keluarga, yaitu kemiskinan dan pola gaya hidup.Kemiskinan jelas berdampak terhadap kehidupan sebuah keluarga, sebagai misal jika karena faktor kemiskinan yang menyebabkan terjadinya krisis keluarga jelas, bagaimana mungkin jika terbatas dalam hal pendapatan lalu dapat mencukupi kebutuhan hidup suatu keluarga, tetapi ini juga masih bersifat relative, tergantung bagaimana memaknai “cukup’ minimal standar hidup layak. Jika kehidupan suatu keluarga dimana kondisi emosional antara suami dan istri tidak cukup dewasa dalam menyikapi persoalan dalam kehidupannya maka akan selalu timbul pertengkaran yang disebabkan karena faktor ekonomi. 

Ketiga hal tersebut hanyalah sebagian kecil faktor penyebab perselisihan dalam keluarga. Masih banyak faktor lain yang dapat memicu pertengkaran dalam keluarga. Meski perselisihan dalam keluarga merupakan sesuatu yang lumrah, hendaknya dapat diselesaikan dengan baik. Seyogyanya hubungan anggota keluarga walau sering berselisih harus dapat dijaga dengan baik sebab seperti dalam lagu Keluarga Cemara, harta yang paling berharga adalah keluarga.

Ulasan
Perselisihan antara setiap orang tidak dapat dihindari termasuk perselisihan dalam keluarga. Beberapa hal yang menyebabkan perselisihan tersebut dapat disebabkan oleh buruknya jalinan komunikasi sesama anggota keluarga, sikap egois dan tidak saling memahami, juga kondisi ekonomi sebuah keluarga. Walau perselisihan merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam hubungan antar manusia khususnya keluarga, tetapi kita harus pandai untuk mencari solusi dari perselisihan tersebut agar hubungan setiap anggota keluarga tetapi baik.

Sumber tentang penyebab konflik keluarga:

Komentar

  1. Titanium Uses - Tithroid Systems
    Tithroid manufactures its own Tithroid, titan metal which is a silicon-based battery and which can be titanium pry bar used for electrical applications. ti89 titanium calculator All that the thaitanium Tithroid tungsten titanium has

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A SIMPLE HELLO